UU ITE dan PASALnya mengenai Virus

Kejahatan dengan Virus Komputer

Virus komputer dibuat oleh manusia dan disebarkan/diproduksi oleh mesin komputer. Bila aparat penegak hukum mampu untuk menangkap si pembuat virus dan membuktikan kejahatannya, maka pasal 32 ayat 1, pasal 33 dan pasal 36 (mengakibatkan kerugian) dapat digunakan untuk menjerat si pembuat virus. Tentunya, Hakim dalam memutuskan perkara perlu mempertimbangkan tingkat gangguan/akibat yang timbul dari jenis virus yang disebarkan.
Virus dapat diklasifikasikan yaitu :
a. Tidak berbahaya. Virus ini menyebabkan berkurangnya ruang disk untuk menyimpan data sebagai akibat dari perkembangbiakannya.
b. Agak berbahaya. Virus ini menyebabkan ruang disk penuh dan mengurangi fungsi lainnya seperti kecepatan proses.
c. Berbahaya. Virus ini dapat mengakibatkan kerusakan atau gangguan yang parah termasuk kerusakan data dan sistem elektronik yang diselenggarakan.
Meskipun seseorang bukan sebagai pembuat virus, tetapi dia dapat memanfaatkan virus komputer untuk merusak informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik milik orang lain. Jika memang ada unsur kesengajaan untuk melakukan kejahatan seperti pada motif ini, maka terhadap si pelaku dapat dijerat dengan pasal 32 ayat 1, Pasal 33 dan pasal 36 UU ITE.
Pada kasus lain, seseorang misalnya si A tanpa sengaja/tidak mengetahui misalnya isi flash disk yang dimilikinya mengandung virus (sudah dicek dengan program antivirus), lalu memakai flash disk itu di komputer milik si B dan atas seijin si B lalu terjadi pengrusakan data oleh virus maka si A tidak dapat dijerat dengan pasal 32 ayat 1, pasal 33 dan pasal 36 UU ITE.
Jadi, meskipun virus diproduksi oleh mesin komputer, tetapi ada orang di balik penyebaran virus komputer, bisa sebagai pembuat virus atau penyebar virus dengan sengaja untuk merugikan orang lain. Mesin komputer yang memproduksi virus komputer hanya sebagai alat bantu untuk melaksanakan pembuatan dan/atau penyebaran virus, bukan pelaku kejahatan.
isi dari Pasal 32 ayat 1 , Pasal 33 dan Pasal 36
Pasal 32 ayat 1: “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apapun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik orang lain atau milik publik”,
Pasal 33: “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hhukum melakukan tindakan apapun yang berakibat terganggunya Sistem Elektronik dan/atau mengakibatkan Sistem Elektronik menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya”, dan
Pasal 36: “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 34 yang mengakibatkan kerugian bagi orang lain” dapat digunakan untuk menjerat si pembuat virus.
untuk denda sendiri tergantung dari virusnya, semakin banyak komputer yang di rusak semakin banyak pula dendanya ada beberapa contoh kasus dan denda yang cukup banyak :

1.  Morris, 1988

Virus Morris atau virus Internet 2 November 1988, adalah salah satu virus komputer pertama yang menyebar melalui Internet. Morris diciptakan oleh mahasiswa Cornell University Robert T. Morris, yang awalnya mengaku tujuannya adalah untuk mengukur ukuran Internet. Sebaliknya, karena menggunakan kelemahan yang ada di Unix sendmail dan menginfeksi komputer beberapa kali, akibatnya sekitar 6.000 komputer (internet memiliki 60.000 diperkirakan) lumpuh akibat virus ini. Meskipun virus Morris menyebabkan kerugian mencapai antara $ 10 juta dan $ 100 juta, namun pembuatnya sendiri, dijatuhi hukuman dengan  masa percobaan hanya tiga tahun dan denda $ 10.050 – selain itu, iapun bahkan akhirnya menjadi pengajar di almamaternya di MIT.

2. Melissa, 1999

Diduga nama Melissa diambil dari seorang penari wanita Florida yang David L. Smith, sebagai penciptanya, jatuh hati pada wanita tersebut. Melissa memaksa perusahaan-perusahaan besar seperti Microsoft, Intel Corp dan Alcatel-Lucent untuk menutup pintu email mereka karena besarnya volume lalu lintas virus yang dihasilkan. Smith menghadapi ancaman 40 tahun penjara dan denda yang sangat besar. Namun ajaibnya, hukuman Smith dikurangi menjadi 20 bulan dan denda $ 5.000 dengan menghabiskan beberapa tahun membantu FBI menangkap penyebar atau pembuat virus lainnya.

3. VBS/I love you, 2000

Dimulai pada tanggal 4 Mei di Filipina, virus ini menyebar ke seluruh dunia dalam satu hari dengan menggunakan email komputer yang terinfeksi. Sederet daftar alamat untuk mengirim sejumlah besar pesan diarahkan pada sasaran baru. VBS diduga telah menyebabkan $ 5,5 milyar kerusakan, seperti sistem email perusahaan dan pemerintah yang sengaja harus dimatikan untuk membasmi virus.

4. Code Red, 2001

Dimulai pada 13 Juli. Code Red atau Kode Merah menginfeksi banyak komputer yang menjalankan Microsoft IIS Web server, mengeksploitasi buffer overflow dan mengotori situs web dengan teks, “HELLO! Selamat Datang di http://www.worm.com! Hacked By Chinese!” Guna memperbaiki jaringan yang telah rusak, dibutuhkan waktu sekitar satu bulan, dengan menelan biaya $ 2,6 miliar.

5. Nimda, 2001

Nimda (“admin” dieja terbalik) hanya membutuhkan 22 menit saja untuk menyebar sejauh dan seluas virus Code Red. Rahasia Nimda menggunakan beberapa vektor propagasi yang berbeda: Hal ini memungkinkan massa untuk mengirimkan email sendiri, memikat pengguna ke situs web yang terinfeksi, dan mengambil keuntungan dari masalah yang diciptakannya. Dampak Nimda mengakibatkan biaya sekitar $ 635 juta dalam kerusakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s