UU ITE dan PASALnya mengenai Cracker

0

Fungsi UU ITE dalam penegakan penyalahgunaan Cracker dalam perusakan akun pribadi
UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) dipersepsikan sebagai cyberlaw di Indonesia, yang diharapkan bisa mengatur segala urusan dunia Internet (cyber), termasuk didalamnya memberi punishment terhadap pelaku cybercrime. Dan cybercrime dideteksi dari dua sudut pandang, yaitu:
Kejahatan yang Menggunakan Teknologi Informasi Sebagai Fasilitas: Pembajakan, Pornografi, Pemalsuan/Pencurian Kartu Kredit, Penipuan Lewat Email (Fraud), Email Spam, Perjudian Online, Pencurian Account Internet, Terorisme, Isu Sara, Situs Yang Menyesatkan, dsb.

Kejahatan yang Menjadikan Sistem Teknologi Informasi  Sebagai Sasaran: Pencurian Data Pribadi, Pembuatan/Penyebaran Virus Komputer, Pembobolan/Pembajakan Situs, Cyberwar, Denial of Service (DOS), Kejahatan Berhubungan Dengan Nama Domain, dsb.
Maka, UU ITE secara khusus yang menyangkut pada pembahasan dalam pasal 30 ayat 3 dinyatakan secara tegas penindakan bagi peyalahgunaan para cracker dalam perusakan akun pribadi milik orang lain. Peraturan ini menunjukkan bahwa, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tidak selamanya berdampak positif dan sesuai dengan harapan kita semua. Namun, dengan kajian ilmu yang mendukung banyak oknum yang mencoba melakukan suatu tindakan yang bertujuan mencari keuntungan tanpa berpikir panjang untuk melawan hukum secara sengaja ataupun tidak dengan melanggar, menerobos, menjebol sistem keamanan.
Pemanfaatan teknologi informasi dan transaksi elektronik dilaksanakan berdasarkan asas kepastian hukum, manfaat, kehati-hatian, itikad baik, dan kebebasan memilih teknologi atau netral teknologi.  dan Hukum mempunyai berbagai fungsi yaitu sebagai Sarana pengendalian masyarakat (a tool of social control), Sarana pemelihara masyarakat (a tool of social maintenance), Sarana untuk menyelesaikan konflik (a tool of dispute settlement), Sarana pembaharuan/ alat merekayasa masyarakat (a tool of social engineering, Roscoe Pound). Dari fungsi-fungsi hukum tersebutlah pemerintah sebagai penjamin kepastian hukum dapat menjadi sarana pemanfaatan teknologi yang modern.

Sebagai salah satu bukti nyata adalah dibuatnya suatu kebijakan dalam UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dalam UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik diharapkan mempunyai dampak terhadap kegiatan perekonomian di Negara Indonesia.

Kasus Cracker di Indonesia dan Luar Negeri

0

Kasus yang ada di Indonesia:

1. Tentu kalau mendengar berita soal account profile Facebook teman kita yang di hack, itu hal yang biasa. Tapi kali ini ada hal yang jauh lebih luar biasa. Luar biasa karena kali ini yang dihack adalah halaman Administrator Facebook langsung! Halaman dimana setiap settings/pengaturan terkait layanan Facebook ini dilakukan. Dan, luar biasa yang pertama adalah bahwa yang melakukan itu semua ternyata seorang hacker Indonesia (!) berinisial Bi4kkob4r. Kalau kita telusuri melalui mbah Google, maka akan kita dapati situsnya beralamatkan di http://bi4kkob4r.net
2. Dan luar biasa yang kedua, adalah bahwa ternyata Bi4kkob4r ini bukanlah gambaran sosok hacker yang mengerikan seperti yang banyak digambarkan oleh kebanyakan orang yang diimajinasikan sebagai kelompok perusak, pencuri, dan segudang cap negatif lainnya (walau sebenarnya ciri-ciri seperti itu lebih tepat disandangkan untuk para cracker dan bukan hacker). Bi4kkobar ini hanya menunjukkan bahwa ia mampu menembus sistem keamanan situs Facebook tanpa melakukan pengubahan apapun terhadap situs tersebut.

 

Kasus yang ada di Luar Negeri:

1. Roper, Red_Skwyre, dan Dragov
Tiga orang ini adalah inti dari jaringan kejahatan dunia maya dengan memeras uang dari bank-bank, Kasino-kasino internet, dan berbagai bisnis berbasis web lainnya. Strategi mereka sederhana, yakni meng-hack dan menahan proses transaksi rekening untuk sebuah tebusan sebesar 40.000 dollar. Didakwa menyebabkan kerusakan langsung lebih dari 2 juta poundstarling dan kerusakan-kerusakan tidak langsung sekitar 40 juta poundstarling. Dalam bulan Oktober 2007, trio itu dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman delapan tahun penjara.

2. yang paling terkenal adalah salah seorang cracker Amerika yang menggunakan nama alias MafiaBoy terbukti memamerkan kemampuannya untuk melumpuhkan situs CNN.com pada tanggal 8 Februari 2000 kepada rekan cracker lainnya di sebuah chat room. Di dalam chat room tersebut dia juga terbukti menganjurkan rekannya untuk melakukan serangan ke situs-Internet lain yang akhirnya melumpuhkan situs Yahoo.com, Amazon.com, eBay.com dan ZDNet.com

Pengertian Hacking

0
HACK – Menurut para pakar IT, definisi “Hack” bisa mengandung banyak artian. Tetapi inti dari semua definisi tetap hampir sama. Hack secara umum adalah pekerjaan yang hampir mustahil, mungkin
menghabiskan banyak waktu dan pikiran tetapi dapat menghasilkan sesuai yang diinginkan. Interaksi dengan komputer dalam bermain dan bereksplorasi, serta dilakukan dengan sungguh-sungguh dengan ketelitian yang sangatlah tinggi.
HACKER – Definisi “Hacker” adalah seseorang atau sekelompok orang yang mempelajari, menganalisa, dan selanjutnya bila menginginkan, bisa membuat, memodifikasi, atau bahkan mengeksploitasi sistem yang terdapat di sebuah perangkat seperti perangkat lunak komputer dan perangkat keras komputer seperti program komputer, administrasi, dan berbagai hal lainnya, terutama pada sistem keamanan. Seorang Hacker biasanya mempunyai pola pikir yang kuat dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan seputar logika dan analisa.
HACKING – Sedangkan definisi dari Hacking sendiri adalah suatu aktifitas darihacker yaitu orang yang tertarik dan mendalami sistem operasi komputer sehingga mengetahui kelemahan yang ada pada suatu sistem tetapi tidak memanfaatkan kelemahan tersebut untuk hal kejahatan. Berbeda dengan Crackerdimana mereka memasuki sistem orang lain dengan tujuan kurang baik.
Itulah definisi atau pengertian dari Hack, Hacker, dan Hacker.

Pengertian dari Cracker

0
CRACK – pengertian dari crack disini adalah kegiatan yang menghilangkan proteksi terhadap suatu perangkat lunak ataupun perangkat keras dengan cara memaksa masuk kedalam suatu sistem dari perangkat tersebut.
CRACKER – Secara umum cracker didefinisikan seseorang atau sekelompok orang yang berusaha menembus suatu sistem secara paksa yang mana bertujuan untuk mengambil keuntungan, melakukan pengrusakan, dsb.
CRACKING – adalah aktifitas dari cracker yang berusaha membobol suatu sistem dengan tujuan mengambil keuntungan, merusak, bahkan menghancurkan dikarenakan motivasi tertentu.
Jadi kita bisa menyimpulkan bahwa seorang cracker lebih cenderung ke arah negatif dan merugikan.

Sisi negative pada cracker:

  1. Scanning yaitu mengetahui hal-hal dasar mengenai sistem yang digunakan, baik sistem operasi, sistem file, vulnerelability(Keamanan Data) dan sebagainya.
  2. Melakukan penyusupan ke sistem, hal ini terjadi jika ada kemungkinan folder yg dapat diakses dgn priviledge Read Write dan Execute oleh Public. Sehingga orang bisa meletakkan file di server dan selanjutnya mengeksekusinya. Kemungkinan kedua adalah dari lemahnya konfigurasi server.
  3. Menerobos password super user, bisa terjadi jika Point 2 sudah dapat dilakukan akan sangat mudah sekali.
  4. Selanjutnya mengubah data secara acak. yang dirusak adalah halaman untuk SMP X trus halaman ke 10. Cracker bekerja cepat agar tidak diketahui oleh administrator. Jika harus mikir-mikir dapat diketahui administrator.
  5. Melakukan DEFACE (penggantian halaman), seperti contoh: pada tahun 2004 yang lalu Website KPU, partai-partainya berubah menjadi partai Ketela, padi dsb.

UU ITE dan PASALnya mengenai Virus

0

Kejahatan dengan Virus Komputer

Virus komputer dibuat oleh manusia dan disebarkan/diproduksi oleh mesin komputer. Bila aparat penegak hukum mampu untuk menangkap si pembuat virus dan membuktikan kejahatannya, maka pasal 32 ayat 1, pasal 33 dan pasal 36 (mengakibatkan kerugian) dapat digunakan untuk menjerat si pembuat virus. Tentunya, Hakim dalam memutuskan perkara perlu mempertimbangkan tingkat gangguan/akibat yang timbul dari jenis virus yang disebarkan.
Virus dapat diklasifikasikan yaitu :
a. Tidak berbahaya. Virus ini menyebabkan berkurangnya ruang disk untuk menyimpan data sebagai akibat dari perkembangbiakannya.
b. Agak berbahaya. Virus ini menyebabkan ruang disk penuh dan mengurangi fungsi lainnya seperti kecepatan proses.
c. Berbahaya. Virus ini dapat mengakibatkan kerusakan atau gangguan yang parah termasuk kerusakan data dan sistem elektronik yang diselenggarakan.
Meskipun seseorang bukan sebagai pembuat virus, tetapi dia dapat memanfaatkan virus komputer untuk merusak informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik milik orang lain. Jika memang ada unsur kesengajaan untuk melakukan kejahatan seperti pada motif ini, maka terhadap si pelaku dapat dijerat dengan pasal 32 ayat 1, Pasal 33 dan pasal 36 UU ITE.
Pada kasus lain, seseorang misalnya si A tanpa sengaja/tidak mengetahui misalnya isi flash disk yang dimilikinya mengandung virus (sudah dicek dengan program antivirus), lalu memakai flash disk itu di komputer milik si B dan atas seijin si B lalu terjadi pengrusakan data oleh virus maka si A tidak dapat dijerat dengan pasal 32 ayat 1, pasal 33 dan pasal 36 UU ITE.
Jadi, meskipun virus diproduksi oleh mesin komputer, tetapi ada orang di balik penyebaran virus komputer, bisa sebagai pembuat virus atau penyebar virus dengan sengaja untuk merugikan orang lain. Mesin komputer yang memproduksi virus komputer hanya sebagai alat bantu untuk melaksanakan pembuatan dan/atau penyebaran virus, bukan pelaku kejahatan.
isi dari Pasal 32 ayat 1 , Pasal 33 dan Pasal 36
Pasal 32 ayat 1: “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apapun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik orang lain atau milik publik”,
Pasal 33: “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hhukum melakukan tindakan apapun yang berakibat terganggunya Sistem Elektronik dan/atau mengakibatkan Sistem Elektronik menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya”, dan
Pasal 36: “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 34 yang mengakibatkan kerugian bagi orang lain” dapat digunakan untuk menjerat si pembuat virus.
untuk denda sendiri tergantung dari virusnya, semakin banyak komputer yang di rusak semakin banyak pula dendanya ada beberapa contoh kasus dan denda yang cukup banyak :

1.  Morris, 1988

Virus Morris atau virus Internet 2 November 1988, adalah salah satu virus komputer pertama yang menyebar melalui Internet. Morris diciptakan oleh mahasiswa Cornell University Robert T. Morris, yang awalnya mengaku tujuannya adalah untuk mengukur ukuran Internet. Sebaliknya, karena menggunakan kelemahan yang ada di Unix sendmail dan menginfeksi komputer beberapa kali, akibatnya sekitar 6.000 komputer (internet memiliki 60.000 diperkirakan) lumpuh akibat virus ini. Meskipun virus Morris menyebabkan kerugian mencapai antara $ 10 juta dan $ 100 juta, namun pembuatnya sendiri, dijatuhi hukuman dengan  masa percobaan hanya tiga tahun dan denda $ 10.050 – selain itu, iapun bahkan akhirnya menjadi pengajar di almamaternya di MIT.

2. Melissa, 1999

Diduga nama Melissa diambil dari seorang penari wanita Florida yang David L. Smith, sebagai penciptanya, jatuh hati pada wanita tersebut. Melissa memaksa perusahaan-perusahaan besar seperti Microsoft, Intel Corp dan Alcatel-Lucent untuk menutup pintu email mereka karena besarnya volume lalu lintas virus yang dihasilkan. Smith menghadapi ancaman 40 tahun penjara dan denda yang sangat besar. Namun ajaibnya, hukuman Smith dikurangi menjadi 20 bulan dan denda $ 5.000 dengan menghabiskan beberapa tahun membantu FBI menangkap penyebar atau pembuat virus lainnya.

3. VBS/I love you, 2000

Dimulai pada tanggal 4 Mei di Filipina, virus ini menyebar ke seluruh dunia dalam satu hari dengan menggunakan email komputer yang terinfeksi. Sederet daftar alamat untuk mengirim sejumlah besar pesan diarahkan pada sasaran baru. VBS diduga telah menyebabkan $ 5,5 milyar kerusakan, seperti sistem email perusahaan dan pemerintah yang sengaja harus dimatikan untuk membasmi virus.

4. Code Red, 2001

Dimulai pada 13 Juli. Code Red atau Kode Merah menginfeksi banyak komputer yang menjalankan Microsoft IIS Web server, mengeksploitasi buffer overflow dan mengotori situs web dengan teks, “HELLO! Selamat Datang di http://www.worm.com! Hacked By Chinese!” Guna memperbaiki jaringan yang telah rusak, dibutuhkan waktu sekitar satu bulan, dengan menelan biaya $ 2,6 miliar.

5. Nimda, 2001

Nimda (“admin” dieja terbalik) hanya membutuhkan 22 menit saja untuk menyebar sejauh dan seluas virus Code Red. Rahasia Nimda menggunakan beberapa vektor propagasi yang berbeda: Hal ini memungkinkan massa untuk mengirimkan email sendiri, memikat pengguna ke situs web yang terinfeksi, dan mengambil keuntungan dari masalah yang diciptakannya. Dampak Nimda mengakibatkan biaya sekitar $ 635 juta dalam kerusakan.

Kasus Virus Komputer di Indonesia dan Luar Negeri

0

Kasus virus komputer yang terjadi di Indonesia, Seperti halnya di tempat lain, virus komputer pun menyebar di Indonesia. Penyebaran umumnya dilakukan dengan menggunakan email. Seringkali orang yang sistem emailnya terkena virus tidak sadar akan hal ini. Virus ini kemudian dikirimkan ke tempat lain melalui emailnya. Kasus virus ini sudah cukup banyak seperti virus Mellisa, I love you, dan SirCam. Untuk orang yang terkena virus, kemungkinan tidak banyak yang dapat kita lakukan. Akan tetapi, bagaimana jika ada orang Indonesia yang membuat virus (seperti kasus di Filipina) Modus dari pembuatan virus sangat beragam. Ada yang mengaku masih coba-coba lalu ada yang professional karena memang ingin menyadap suatu informasi dsb. Untuk penyelesaian kasus Virus ini ada baiknya kita tidak sembarangan memberitahu alamat account email kita ke sembarang orang. Buatlah 2 email, 1 email berfungsi untuk orang-orang yang baru dikenal dan 1 email lagi untuk back up isi email anda yang sudah ada.

 

Kasus virus komputer yang terjadi di Luar Negeri,  Selebriti Hollywood Cameron Diaz Sebuah perusahaan keamanan komputer di Amerika Serikat, McAfee, mengeluarkan data tahunan atas “Selebriti Paling Berbahaya di Cyberspace”. Berbahaya, dengan melihat atau “mendownload” foto bitang Hollywood tersebut pengguna riskan terkena “Cyber Crime” yang saat ini sedang marak terjadi.
Camreon Diaz menjadi selebriti peringkat teratas yang fotonya sering “diburu”. Pihak-pihak nakal tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk berbuat “usil”. McAfee mengatakan pencarian terbaru atas foto Cameron Diaz memberikan peluang 10 persen terhadap “Cyber Crime”. Setelah “mendownload” foto bintang Hollywood ini maka pengguna diarahkan pada sebuah situs web yang diuji positif untuk ancaman online, seperti spyware, adware, spam, phishing, virus dan malware lainnya.
Setelah komputer terinfeksi, penjahat dapat mencuri password online banking korban, password email, ataupun masuk ke data penting perusahaan. Setelah itu ia dapat dengan mudah melaksanakan perbuatan jahat dengan menggunakan sarana internet. Penyelesaianya hati-hati dalam mendownload foto-foto selebriti..